ModifikasiMotor 4 Tak Oleh adjiebhonder. Untuk meningkatkan daya atau power mesin motor standart yang biasa disebut tune up, perlu diusahakan perubahan-perubahan pada beberapa hal : 1. Meningkatkan / menaikkan perbandingan kompresi. Macam Macam Bentuk Porting Dalam modifikasi, Head usahakan agar tidak mendapat hambatan apapun, misalnya KorekMotor 4 Tak/4 langkah Macam Macam Bentuk Porting Dalam modifikasi, Head usahakan agar tidak mendapat hambatan apapun, misalnya lubang intake dengan lubang manifold atas juga harus sama dengan joint / karet manifold, usahakan dalam merimer supaya tidak ada ruang yang menyudut. Expanded Sides itu adalah bentuk porting yg benar & smpe KNALPOTRACING MOTOR 4-TAK. dibuat dari bahan stainless stell, atau dilapis krom yang ampe bisa dibuat ngaca, bentuk lekukannya indah bin bahenol, tapi apapun itu knalpot adalah tetap bongkahan pipa yang menyalurkan gas panas dari silinder. diseting sedemikian hingga momentum gas sisa pembakaran dan gelombang tekanan membantu menyeruput Berdasarkanlangkah kerja dalam proses pembakaran, motor dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu motor 4-tak dan motor 2-tak. Perbedaan kedua tipe ini dapat dilihat dari konstruksi mesinnya, motor 4 tak mempunyai katup-katup yang berfungsi mengatur masuknya bahan baker ke dalam mesin dan mengatur pembuangan gas sisa pembakaran. Pada motor 2 tak, terdapat saluran pemasukan, pembuangan, dan pembilasan bahan baker yang diatur oleh piston dalam blok silinder. . Pada mesin 4 langkah terdapat sistim mekanisme katup masuk dan katup buang, tujuannya untuk pengaturan pemasukan campuran bahan bakar dengan udara dan pengaturan pengeluaran gas bekas pembakaran. Pada mekanisme katup ini diberi celah katup atau jarak diujung batang katup masuk dan katup buang tujuanya untuk mencegah pemuaian diwaktu mesin bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari dan menganalisa variasi celah katup masuk dan celah katup buang terhadap performa motor bensin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dan eksperimen. Studi Pustaka dilakukan untuk mempelajari data sekunder dari referensi yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Sementara metode eksperimen dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi penyetelan katup terhadap putaran mesin. Pengujian dilakukan untuk posisi throttle standar 2,24 cm, posisi throttle sedang 2,11 cm dan posisi throttle tinggi 1,82. Pengukuran putaran mesin dilakukan untuk katup 0,2 mm, 0,25 mm, dan 0,3 mm dengan 5 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi posisi throttle 1,82 cm dengan celah katup yang diperbesar maka semakin naik putaran yang dihasilkan. Sebaliknya dengan posisi throttle yang standar 2,24 cm dengan celah katup yang standar akan menghasilkan putaran yang lebih lambat. Kata kunci engine; katup; motor bensin. Daftar RujukanArimbawa, I. K. S., Nugraha, I. N. P., & Dantes, K. R. 2019. Analisis pengaruh campuran bahan bakar pertalite dengan naphthalene terhadap konsumsi bahan bakar, torsi dan daya pada sepeda motor 4 langkah. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha, 71, BPM, Arensd H. 1997. Motor bensin. Jakarta ErlanggaJatnika, D., & Sujana, S. 2018. Pengaruh penyetelan celah katup terhadap kinerja mesin sepeda 4 langkah 100 cc. Jurnal Online Sekolah Tinggi Teknologi Mandala, 132, F., & Puspitasari, I. 2017. Optimasi daya dan torsi pada motor 4 tak dengan modifikasi crankshaft dan porting pada cylinder head. JTT Jurnal Teknologi Terpadu, 51, Abigain, 1999. Motor Otomotif 1. BandungRahman, M. D., Wigraha, N. A., & Widayana, G. 2019. Pengaruh ukuran katup terhadap torsi dan daya pada sepeda motor honda supra fit. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha, 53.Sarjono, S., & Saputro, D. W. 2016. Pengaruh perubahan celah katup hisap dan katup buang terhadap performance motor jupiter z 2004 menggunakan bahan bakar biopremium e10. Wahana Ilmuwan, 11.Sianturi, T. A. 2018. Pengaruh variasi kerenggangan celah platina terhadap komsumsi bahan bakar pada engine stand 7k 1800 cc. Jurnal Ilmiah Research Sains Vol, 41.Sucahyo, Bagyo. Darmanto, Soemarsono. 1999. Otomotif Mesin Tenaga. SOLO Tiga SerangkaiSurbhati BM, Koesnadi. 1977. Motor Bakar 1. Penerbit Departemen Pendidikan dan KebudayaanSutrisno, S., & Hidayat, T. 2018. Karakteristik sifat mekanik dan struktur mikro valve katup sepeda motor roda dua tipe ori dan tipe kw. Journal of Mechanical Engineering, 21, HARLING, V. I. N. A. 2018. pengaruh jumlah katalisator pada hydrocarbon crack system hcs dan jenis busi terhadap daya mesin sepeda motor honda supra x 125. Jurnal Voering, 31, Harling, V. N. 2019. Pengaruh variasi campuran bahan bakar solar dan minyak kelapa sawit terhadap putaran motor diesel tipe rino 115ps. Soscied, 21, F., & Irwan, D. 2014. Analisis pengaruh bentuk permukaan piston terhadap kinerja motor bensin. Jurnal ilmiah teknik mesin unisma" 45" Bekasi, 21, W. 2016. Pengaruh variasi celah katup dan busi terhadap konsumsi bahan bakar pertalite pada mesin bensin 4 tak. Jurnal sainstech, 36, 58-61. Content may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free DOI Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha p-ISSN 2614-1876, e-ISSN 2614-1884 Pengaruh Variasi Penyetelan Katup Terhadap Putaran Pada Engine Stand Motor Bensin Effect of Valve Adjustment Variations on Changes in the Petrol Motor Engine Stand Vina N. Van Harling1, Adirianus Urbata1 1Politeknik Saint Paul Sorong, Sorong, Indonesia e-mail urbata1 Abstrak Pada mesin 4 langkah terdapat sistim mekanisme katup masuk dan katup buang, tujuannya untuk pengaturan pemasukan campuran bahan bakar dengan udara dan pengaturan pengeluaran gas bekas pembakaran. Pada mekanisme katup ini diberi celah katup atau jarak diujung batang katup masuk dan katup buang tujuanya untuk mencegah pemuaian diwaktu mesin bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari dan menganalisa variasi celah katup masuk dan celah katup buang terhadap performa motor bensin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dan eksperimen. Studi Pustaka dilakukan untuk mempelajari data sekunder dari referensi yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Sementara metode eksperimen dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi penyetelan katup terhadap putaran mesin. Pengujian dilakukan untuk posisi throttle standar 2,24 cm, posisi throttle sedang 2,11 cm dan posisi throttle tinggi 1,82. Pengukuran putaran mesin dilakukan untuk katup 0,2 mm, 0,25 mm, dan 0,3 mm dengan 5 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi posisi throttle 1,82 cm dengan celah katup yang diperbesar maka semakin naik putaran yang dihasilkan. Sebaliknya dengan posisi throttle yang standar 2,24 cm dengan celah katup yang standar akan menghasilkan putaran yang lebih lambat. Kata kunci engine; katup; motor bensin. Abstract In the 4-stroke engine, there is an inlet and exhaust valve mechanism system, the goal is to regulate the introduction of a mixture of fuel with air and regulate the release of combustion gases. In this valve, the mechanism is given a valve gap or distance at the end of the inlet valve stem and exhaust valve are intended to prevent expansion when the engine is working. The purpose of this study is to find and analyze variations of the inlet valve and exhaust valve gaps in the performance of the gasoline motor. The method used in this study is the method of literature and experiments. A literature study is conducted to study secondary data from references relating to the research conducted. While the experimental method is carried out to determine the effect of variations in valve adjustment on engine speed. Tests were carried out for standard throttle positions cm, moderate throttle positions cm, and high throttle positions Engine speed measurements were made for valves of mm, mm and mm with 5 repetitions. The results showed that the higher the throttle position Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 8 Agustus 2020 p-ISSN 2614-1876, e-ISSN 2614-1884 Pengaruh Variasi Penyetelan... Vina N. Van Harling,dkk, halaman cm with the enlarged valve gap, the higher the rotation generated. In contrast to the standard throttle position cm with a standard valve, the gap will result in a slower spin Keywords engine; petrol motor; valve. 1. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi saat ini berdampak pada mereka yang memiliki daya tarik yang besar terhadap industri. Namun daya Tarik ini haruslah sejalan dengan pengetahuan akan komponen โ€“ komponen mesin yang berperan penting dalam proses produksi. Cylinder block, cylinder head, carter, crank shaft, pistom, shaft valve mechanism dan komponen lainnya haruslah dipahami oleh seseorang yang menaruh minat terhadap dunia permesinan. Valve atau lebih dikenal dengan katup merupakan komponen mesin yang digunakan untuk memodifikasi aliran fluida atau laju tekanan pada sebuah sistem proses dengan menggunakan daya untuk operasinya. Seperti yang diketahui katup merupakan alat yang memiliki fungsi mengontrol dan juga mengatur. Sesungguhnya katup sangat mempengaruhi tampilan dan kinerja mesin, karena katup merupakan pintu masuk campuran antara udara dan bahan bakar ke dalam ruang pembakaran. Dan juga merupakan pintu keluar dari hasil pembakaran. Katup sendiri hanya berada pada motor empat langkah, sementara umumnya motor dua langkah tidak menggunakan katup. Katup pada motor empat Langkah terpasang pada kepala silinder. Jatnika. 2018 Pada mesin 4 langkah terdapat sistim mekanisme katup masuk dan katup buang, tujuannya untuk pengaturan pemasukan campuran bahan bakar dengan udara dan pengaturan pengeluaran gas bekas pembakaran. Pada mekanisme katup ini diberi celah katup atau jarak diujung batang katup masuk dan katup buang tujuanya untuk mencegah pemuaian diwaktu mesin bekerja. Pemberian celah ini akan mempengaruhi terhadap kinerja mesin. Apabila salah satu komponen mekanisme katup mengalami gangguan akan berdampak pada performa mesin dimana performa mesin akan turun. Celah katup harus berada pada kondisi standar tujuannya agar didapatkan ketepatan waktu saat membuka dan menutupnya katup sehingga diperoleh tenaga yang optimal. Apabila celah katup dibuat lebih kecil dari strandar maka katup cepat membuka dan lebih lama menutup, yang yang mengakibatkan kompresi menjadi bocor karena saat terjadi langkah kompresi katup belum menutup. Proses masuk dan keluar ini akan terdapat sudut overlapping pada katup. Sudut ini membantu pembuangan sisa gas keluar Ketika campuran gas segar masuk ke dalam pembuangan secara lengkap dan pemasukan gas baru yang efektif dan juga menghasilkan tenaga yang baik. Sarjono. 2016 Lebih lanjut dikatakan bahwa penyetelan celah katup ini mempunyai pengaruh terhadap sudut overlapping katup. Apabila celah katup terlalu rapat maka sudut overlapping katup yang terbentuk semakin besar, namun apabila celah katup terlalu renggang maka sudut overlapping terlalu kecil sehingga proses pemasukan bahan bakar, pengeluaran gas sisa pembakaran dan proses bilas tidak optimal. Wijayanti dan Irwan 2014 menuliskan bahwa motor bakar torak bensin merupakan mesin pembangkit tenaga yang mengubah bahan bakar bensin menjadi tenaga panas dan akhirnya menjadi tenaga mekanik. Lebih lanjut diuraikan bahwa secara garis besar komponen utama dari motor bensin meliputi; cylinder block, cylinder head, crank shaft, piston, connecting rod, fly wheel, cam shaft dan valve mechanic. Motor bensin sering disebut pula spark ignition engine, mesin ini di nyalakan dengan percikan bunga api. Campuran bahan bakar dari karburator yang masuk ke dalam ruang bakar terbakar oleh percikan bunga api dari busi sehingga terjadikenaikan energi kalor dalam ruang bakar dan diubah menjadi energi mekanik untuk menggerakkan poros engkol. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 8 Agustus 2020 p-ISSN 2614-1876, e-ISSN 2614-1884 Pengaruh Variasi Penyetelan... Vina N. Van Harling,dkk, halaman Terdapat beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai variasi katup. Penelitian yang dilakukan oleh Sianturi 2018 Pengaruh Variasi Kerenggangan Celah Platina Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Pada Engine Stand 7K 1800 cc diperoleh hasil terdapat pengaruh variasi kerenggangan celah platina 0,30 mm, 0,40 mm, 0,50 mm putaran mesin 1000, 2000 dan 3000 rpm terhadap konsumsi bahan bakar. Ditahun yang sama penelitian yang dilakukan oleh Jatnika dan Sujana 2018 Pengaruh Penyetelan Celah Katup terhadap Kinerja Mesin Sepeda 4 Langkah 100 cc, diperoleh hasil penyetelan standard, diatas dan dibawah standard menghasilkan kinerja mesin yang rendah dan bahan bakar boros dibandingkan dengan penyetelan standard. Dari penelitian sebelumnya ini terlihat berorientasi pada banyaknya konsumsi bahan bakar saat terjadinya variasi katup dan tidak melihat adanya pengaruhnya terhadap engine itu sendiri. Dengan adanya permasalahan ini maka penulis melakukan penelitian tentang pengaruh variasi penyetelan katup terhadap putaran pada engine stand motor bensin Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk sendiri adalah untuk melihat pengaruh penyetalan katup terhadap putaran pada engine motor bensin. 2. METODE Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dan eksperimen. Studi Pustaka dilakukan untuk mempelajari data sekunder dari referensi yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Sementara metode eksperimen dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi penyetelan katup terhadap putaran mesin. Gambar 1. Diagram alir penelitian Adapun alat yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat seperti pada gambar 2. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 8 Agustus 2020 p-ISSN 2614-1876, e-ISSN 2614-1884 Pengaruh Variasi Penyetelan... Vina N. Van Harling,dkk, halaman Gambar 2. Mesin penguji Prosedur Penelitian. a. Melakukan pemeriksaan komponen โ€“ komponen mesin penguji b. Pengujian pertama dilakukan untuk posisi throttle standar 2,24 cm, dimana poros diputar hingga mencapai posisi top, kemudian stel katup pada standar 0,2 mm. c. Selanjutnya mesin dinyalakan, dan dilakukan pengukuran putaran mesin. Pengukuran putaran mesin dilakukan sebanyak 5 kali untuk 0,2 mm. Hasil yang diperoleh di masukan dalam tabel data pengukuran. d. Pengujian untuk celah katup 0,25 dan 0,3 juga dilakukan sebanyak 5 kali untuk masing โ€“ masing pengujian celah katup. e. Pengujian yang sama dilakukan untuk posisi throttle sedang 2,11 cm dan tinggi 1,82 m 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penyetelan posisi throttle untuk 3 posisi disajikan pada tabel 1. Tabel 1. Hasil Pengukuran Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 8 Agustus 2020 p-ISSN 2614-1876, e-ISSN 2614-1884 Pengaruh Variasi Penyetelan... Vina N. Van Harling,dkk, halaman Berdasarkan tabel 1 di atas, terlihat bahwa posisi throttle standar 2,24 cm dengan ukuran celah katup 0,2 mm menghasilkan putaran mesin rata-rata 3884 rpm, pada celah katup 0,25 mm menghasilkan putaran mesin rata-rata 4061 rpm sedangkan pada celah katup 0,3 mm menghasilkan putaran mesin rata-rata 4255 rpm. Sementara posisi throttle sedang 2,11 cm dengan ukuran celah katup 0,2 mm menghasilkan putaran mesin rata-rata 6536 rpm, pada celah katup 0,25 mm menghasilkan putaran mesin rata-rata 6658 rpm dan pada celah katup 0,3 mm menghasilkan putaran mesin rata-rata 6680 rpm. Lebih lanjut dari tabel 1. Di atas posisi throttle tinggi 1,82 cm dengan ukuran celah katup 0,2 mm menghasilkan putaran mesin rata-rata 7355 rpm. Dan pada celah katup 0,25 mm menghasilkan putaran mesin rata-rata 8083 rpm sedangkan pada celah katup 0,3 mm menghasilkan putaran mesin rata-rata 8372 rpm. Berdasarkan data di atas dibuatlah grafik perbandingan posisi throttle standar, sedang dan tinggi yang dalam ditampilkan pada gambar 3. Gambar 3. Grafik Perbandingan Posisi Throttle Standar 2,24 Sedang 2,11 dan Tinggi 1,82 cm Dari gambar di atas telihat bahwa semakin diperbesar celah katup, putaran yang dihasilkan semakin naik, hal ini disebabkan perubahan sisa hasil pembakaran semakin terlambat menghasilkan energi hasil pembakaran tidak cepat terbuang. Lebih lanjut dari gambar terlihat perbandingan celah katup 0,2 mm menghasilkan putaran mesin rpm rata-rata yang lebih rendah, dan celah katup 0,3 mm menghasilkan putaran mesin rpm rata-rata yang lebih tinggi. Dari gambar 3 di atas juga dapat dikatakan bahwa semakin semakin tinggi posisi throttle 1,82 cm dengan celah katup yang diperbesar maka semakin naik putaran yang dihasilkan. Sebaliknya dengan posisi throttle yang standar 2,24 cm dengan celah katup yang standar akan menghasilkan putaran yang lebih lambat. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 8 Agustus 2020 p-ISSN 2614-1876, e-ISSN 2614-1884 Pengaruh Variasi Penyetelan... Vina N. Van Harling,dkk, halaman 4. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah semakin tinggi posisi throttle 1,82 cm dengan celah katup yang diperbesar maka semakin naik putaran yang dihasilkan. Sebaliknya dengan posisi throttle yang standar 2,24 cm dengan celah katup yang standar akan menghasilkan putaran yang lebih lambat. DAFTAR RUJUKAN Arimbawa, I. K. S., Nugraha, I. N. P., & Dantes, K. R. 2019. Analisis pengaruh campuran bahan bakar pertalite dengan naphthalene terhadap konsumsi bahan bakar, torsi dan daya pada sepeda motor 4 langkah. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha, 71, 1-6. Barenschot BPM, Arensd H. 1997. Motor bensin. Jakarta Erlangga Jatnika, D., & Sujana, S. 2018. Pengaruh penyetelan celah katup terhadap kinerja mesin sepeda 4 langkah 100 cc. Jurnal Online Sekolah Tinggi Teknologi Mandala, 132, 15-22. Majedi, F., & Puspitasari, I. 2017. Optimasi daya dan torsi pada motor 4 tak dengan modifikasi crankshaft dan porting pada cylinder head. JTT Jurnal Teknologi Terpadu, 51, 82-89. Pakpahan, Abigain, 1999. Motor Otomotif 1. Bandung Rahman, M. D., Wigraha, N. A., & Widayana, G. 2019. Pengaruh ukuran katup terhadap torsi dan daya pada sepeda motor honda supra fit. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha, 53. Sarjono, S., & Saputro, D. W. 2016. Pengaruh perubahan celah katup hisap dan katup buang terhadap performance motor jupiter z 2004 menggunakan bahan bakar biopremium e10. Wahana Ilmuwan, 11. Sianturi, T. A. 2018. Pengaruh variasi kerenggangan celah platina terhadap komsumsi bahan bakar pada engine stand 7k 1800 cc. Jurnal Ilmiah Research Sains Vol, 41. Sucahyo, Bagyo. Darmanto, Soemarsono. 1999. Otomotif Mesin Tenaga. SOLO Tiga Serangkai Surbhati BM, Koesnadi. 1977. Motor Bakar 1. Penerbit Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sutrisno, S., & Hidayat, T. 2018. Karakteristik sifat mekanik dan struktur mikro valve katup sepeda motor roda dua tipe ori dan tipe kw. Journal of Mechanical Engineering, 21, 29-36. VAN HARLING, V. I. N. A. 2018. pengaruh jumlah katalisator pada hydrocarbon crack system hcs dan jenis busi terhadap daya mesin sepeda motor honda supra x 125. Jurnal Voering, 31, 5-18. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 8 Agustus 2020 p-ISSN 2614-1876, e-ISSN 2614-1884 Pengaruh Variasi Penyetelan... Vina N. Van Harling,dkk, halaman Van Harling, V. N. 2019. Pengaruh variasi campuran bahan bakar solar dan minyak kelapa sawit terhadap putaran motor diesel tipe rino 115ps. Soscied, 21, 26-34. Wijayanti, F., & Irwan, D. 2014. Analisis pengaruh bentuk permukaan piston terhadap kinerja motor bensin. Jurnal ilmiah teknik mesin unisma" 45" Bekasi, 21, 98156. Yahya, W. 2016. Pengaruh variasi celah katup dan busi terhadap konsumsi bahan bakar pertalite pada mesin bensin 4 tak. Jurnal sainstech, 36, 58-61. ... Pada putaran 5000 rpm aplikasi intake manifold porting baik pada piston standard maupun racing konsumsi bahan bakar yang digunakan lebih rendah dibandingkan dengan aplikasi intake manifold standard [5]. Daya motor modifikasi lebih besar daripada daya motor standar [6], Daya rata-rata motor modifikasi naik 47% dibanding dengan daya rata-rata motor standar [7]. Torsi motor modifikasi lebih besar daripada Torsi motor standard [8]. ...Hendro Hendro PrastyoTulus Supriyanto Subekti SubektiAfter COVID, activities for motor racing championship competitions have increased year after year. As a result, an engine change is necessary to compete in motor racing events because utilizing a factory standard engine will not produce the best results. It basically has to be modified on the machine because factory standard machines have standard speed and are not ideal for the event motor racing. The goal of this study was to determine how intake and exhaust channel porting affected the 150 cc Kawasaki Ninja's performance and how the results varied in these areas. The experimental procedure entailed reshaping the intake and exhaust holes in the cylinder block from the intake port, which measured 44 mm to mm from the upper lip, and the exhaust, which measured 36 mm to mm, and exhaust height, which measured 35 mm to mm from the upper lip of the cylinder block, a Dynojet test kit on a 150 cc Kawasaki Ninja 2 stroke motorcycle was used to determine the horsepower and torque data obtained. The results of the standard cylinder block data after porting adjustments to the intake and exhaust holes show that the torque results on the standard cylinder block get data from at 6,723 rpm to at 8,018 rpm, and the HP results on the standard block get data from HP at 6,915 rpm to HP at 8,584 rpm. The results of this investigation suggest that power and torque can be increased by changing the intake and exhaust ports. Engine performance will be impacted by increased power and torque. The process of adding ports to the intake and exhaust is only getting started with this research. Therefore, more study is required. In order to achieve the best power and torque outputs for the demands of motor racing, research can be conducted by creating porting adjustments... Salah satu penyebab tumpukan kerak adalah karena masuknya oli ke ruang pembakaran [4]. Katup akan mempengaruhi tampilan dan kinerja dari mesin, hal ini dikarenakan katup merupakan pintu masuk campuran antara udara dan bahan bakar ke dalam ruang pembakaran [5]. Untuk mengatasi hal ini maka diperlukan penyekiran katup valve lapping untuk memperbaiki dan mengatasi kebocoran katup tersebut. ...Yuvani OksariantiDina FitriaCompression leaks occur in valves caused by soot resulting from the combustion process of the combustion engine. To overcome valve leaks, itโ€™s necessary to clean using an innovative tool called valve grinding automatic system. The purpose of this study was to determine the quality of this tool based on the control chart using the bootstrap method. Based on the research results, the control charts dan R show that the cleaning process is in a controlled and stable state in statistical control. The quality of the valve cleaning process using this tool is able of producing cleaning according to standard cleaning Kadek Suka ArimbawaI Nyoman Pasek Nugraha Kadek Rihendra DantesPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bahan bakar pertalite dengan Naphthalene terhadap konsumsi bahan bakar, torsi dan daya pada sepeda motor 4 langkah. Data yang diamati pada penelitian ini adalah perbandingan konsumsi bahan bakar, torsi dan daya yang dihasilkan oleh sepeda motor 4 langkah. Pada penelitian ini, penulis lebih memilih untuk menggunakan metode penelitian dengan metode eksperimen. Hasil dari penelitian ini yaitu, bahan bakar pertalite murni didapatkan konsumsi bahan bakar sebesar 0,576 kg/jam, torsi 7,11 dan daya 6,45 Hp. Data rata-rata dari campuran bahan bakar 1 liter pertalite dengan 5 gram Naphthalene didapatkan konsumsi bahan bakar 0,352 kg/jam, torsi 7,56 daya 6,77 Hp. Bahan bakar 1 liter pertalite dengan 10 gram Naphthalene didapatkan konsumsi bahan bakar kg/jam, torsi 7,86 dan daya 6,97 Hp. Dari penelitian ini didapatkan hasil, Campuran bahan bakar 1 liter pertalite dengan 10 gram Naphthalene terbaik untuk konsumsi bahan bakar, torsi dan daya dibandingkan bahan bakar pertalite murni dan campuran 1 liter pertalite dengan 5 gram Kunci Kata kunci konsumsi bahan bakar, daya,torsi, Naphthalene, pertalite. This study aims to determine the effect of a mixture of pertalite fuel and Naphthalene on fuel consumption, torque and power on a 4-step motorcycle. The data observed in this study is a comparison of fuel consumption, torque and power produced by a 4-step motorcycle. In this study, the authors prefer to use research methods with experimental methods. The results of this study, namely, pure pertalite fuel obtained fuel consumption of 0,576 kg / hour, torque of 7,11 and power of 6,45 Hp. The average data from the 1 liter pertalite fuel mixture with 5 grams of Naphthalene obtained fuel consumption of kg / hour, torque of 7,56 power of 6,77 hp. Fuel of 1 liter of pertalite with 10 grams of Naphthalene obtained fuel consumption of 0,342 kg / hour, torque of 7,86 and power of 6,97 hp. The results of this study showed that the best 1 liter pertalite with 10 grams of Naphthalene fuel mixture is best for fuel consumption, torque and power compared to pure pertalite fuel and a 1 liter pertalite mixture with 5 grams Keywords fuel consumption, power, torque, Naphthalene, pertalite. Vina N Van HarlingThis research was conducted to determine the effect of variations in the mixture of diesel fuel and palm oil on the 115PS Rino Type Diesel motor rotation. The study was conducted with a variety of pure diesel fuel, a mixture of diesel 70% palm oil 30%, diesel 50% palm oil 50%, and diesel mix 30% palm oil 70%. Based on the results of tests conducted obtained greater engine speed rpm data generated by the use of pure diesel fuel with a 7 mm gas screw adjustment of 1800 rpm. Whereas the lower engine speed rpm results from the use of a 30% diesel fuel mixture with 70% palm oil with a 2 mm gas screw adjustment of 620 rpmMoh Debi Rahman Nyoman Arya WigrahaGede WidayanaABSTRAKModifikasi katup bertujuan agar pemasukan campuran bahan bakar dan udara lebih banyak masuk ke ruang bakar sehingga mendapatkan efisiensi volumetrik yang ideal untuk meningkatkan performa mesin kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan ukuran katup standar dan modifikasi terhadap torsi dan daya pada sepeda motor honda supra fit. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan parameter uji Dynotest. Dari hasil penelitian pengujian torsi yang telah dilakukan dimana pada kondisi katup standar menghasilkan torsi tertinggi pada 5500 RPM sebesar 4,35 sedangkan daya tertinggi diperoleh pada 7000 RPM sebesar 3,76 Hp. modifikasi menghasilkan torsi tertinggi pada 7500 RPM sebesar 5,24 sedangkan daya tertinggi diperoleh pada 8000 RPM sebesar 5,73 Hp. Dengan analisa paired sample t-test yaitu membandingkan torsi dan daya pada katup standar dan modifikasi dari hasil yang telah didapatkan dimana hasil yang lebih baik diperoleh pada modifikasiKata kunci Honda supra fit, katup standar, modifikasi, daya, torsiABSTRACTThe valve modification aims at bringing fuel and air mixture in bigger amount into combustion chamber, so as to achieve the ideal volumetric efficiency to improve engine performance. This study aimed at determining the size to the ratio of standard valves and modification to the torque and power on the Honda Supra Fit motorcycle. In this research the researcher used experimental method by using Dynotest parameter. From the research results, the torque testing has been done where the standard valve condition producing the highest torque at 5500 RPM amounted to while the highest power is obtained at 7000 RPM amounted to Hp. The modification produced the highest torque at 7500 RPM of while the highest power was obtained 8000 RPM amounted to Hp. The data were analysed through t-test sample paired analysis which was comparing the torque and power on the standard and modified from the results of student were obtained where the better results is demonstrated in modified Honda Supra Fit, standard valve, modivied, torque, power Vina N Van HarlingPenelitian ini dilakukan untuk 1 Menyelidiki pengaruh jumlah katalisator pada Hydrocarbon Crack System terhadap daya mesin sepeda motor supra x 125. 2 menyelidiki pengaruh Variasi jenis busi terhadap daya mesin sepeda motor supra x 125. 3 Menyelidiki interaksi pengaruh jumlah katalisator pada Hydrocarbon Crack System dan Variasi jenis busi terhadap daya mesin sepeda motor supra x 125. Hasil yang diperoleh ternyata 1 Ada pengaruh sinifikan jumlah katalisator Hydrocarbon Crack System terhadap daya mesin sepeda motor supra x 125. Dimana pemasangan dua buah katalis Hydrocarbon Crack System menghasilkan daya yang paling besar dengan rerata daya sebesar 4,58 kW, disusul selanjutnya pemasangan satu buah katalis Hydrocarbon Crack System dengan rerata 4,47 kW. Dan yang terakhir tanpa pemasangan Hydrocarbon Crack System dengan rerata 4,31 kW. 2 Pengaruh Variasi jenis Busi terhadap Daya mesin Sepeda motor supra x 125. Hal ini dapat ditunjukan pada hasil uji data, dimana pemakain busi platinum menghasilkan daya lebih besar dengan rerata 4,50 kW dibandingkan dengan pemakaian busi stndart dengan rerata 4,45 kW. 3 Interaksi pengaruh antara penggunaan jumlah katalisator pada Hydrocarbon Crack System dan Variasi jenis busi terhadap daya mesin dimana pemakaian dua buah katalisator dengan variasi jenis busi platinum dapa menghasilkan daya yang besar dengan rerata 4,63 hasil pengujian dan pembahasan maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah semakin tinggi posisi throttle 1,82 cm dengan celah katup yang diperbesar maka semakin naik putaran yang dihasilkanDan KesimpulanSaranKESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah semakin tinggi posisi throttle 1,82 cm dengan celah katup yang diperbesar maka semakin naik putaran yang dihasilkan. Sebaliknya dengan posisi throttle yang standar 2,24 cm dengan celah katup yang standar akan menghasilkan putaran yang lebih perubahan celah katup hisap dan katup buang terhadap performance motor jupiter z 2004 menggunakan bahan bakar biopremium e10S SarjonoD W SaputroSarjono, S., & Saputro, D. W. 2016. Pengaruh perubahan celah katup hisap dan katup buang terhadap performance motor jupiter z 2004 menggunakan bahan bakar biopremium e10. Wahana Ilmuwan, 11.Pengaruh variasi kerenggangan celah platina terhadap komsumsi bahan bakar pada engine stand 7k 1800 ccT A SianturiSianturi, T. A. 2018. Pengaruh variasi kerenggangan celah platina terhadap komsumsi bahan bakar pada engine stand 7k 1800 cc. Jurnal Ilmiah Research Sains Vol, 41.Analisis pengaruh bentuk permukaan piston terhadap kinerja motor bensin. Jurnal ilmiah teknik mesin unismaF WijayantiD IrwanWijayanti, F., & Irwan, D. 2014. Analisis pengaruh bentuk permukaan piston terhadap kinerja motor bensin. Jurnal ilmiah teknik mesin unisma" 45" Bekasi, 21, variasi celah katup dan busi terhadap konsumsi bahan bakar pertalite pada mesin bensin 4 takW YahyaYahya, W. 2016. Pengaruh variasi celah katup dan busi terhadap konsumsi bahan bakar pertalite pada mesin bensin 4 tak. Jurnal sainstech, 36, 58-61. Motor 4 Tak โ€“ Sepeda motor yang dijajakan di Indonesia biasanya ditawarkan dalam dua jenis mesin yaitu 4 tak dan 2 tak. Kedua mesin tersebut cara kerjanya berbeda-beda. Kebanyakan, motor-motor yang ditawarkan saat ini menggunakan jenis mesin 4-tak. Karena motor 2 tak sudah dibatasi pergerakannya, terlebih untuk wilayah perkotaan seperti Jakarta. Alhasil penggunaan motor 4 tak kini lebih diminati, khususnya untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Untuk konsumsi bahan bakarnya pun ternyata motor 4 tak lebih efisien. Lebih penting lagi, emisi gas buang yang dihasilkan lebih ramah lingkungan. Maka dari itu, bisa dikatakan 4 tak merupakan pengganti dari 2 tak. Pasalnya 2 tak tidak lagi mampu memenuhi regulasi pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia dalam hal emisi gas buang. Kuda besi yang berevolusi dari 2 tak ke 4 tak juga cukup banyak. Sebut saja Kawasaki Ninja produksi lokal. Dulunya menggunakan mesin 2 tak dengan mesin 150 cc, kini berganti jadi 4 tak menggendong kapasitas 250 cc. Lalu Suzuki Satria juga mengalami hal serupa dengan Ninja. Ingin tahu apa sih pengertian motor 4 tak? Bagaimana cara kerja motor 4 tak? Berikut ini Moladin akan membeberkan secara rinci Pengertian Motor 4 Tak Motor 4 tak, kini pilihannya banyak pada skutik Mengenal lebih dalam mengenai pengertian motor 4 tak atau 4 langkah, kamu bisa memulai dari namanya. Motor 4 tak merupakan mesin pembakaran dalam, yang dalam satu kali siklus pembakaran akan mengalami empat langkah piston. Sekarang ini, mesin pembakaran dalam sepeda motor umumnya menggunakan siklus empat langkah. Cara kerjanya meliputi langkah hisap pemasukan, kompresi, tenaga dan langkah buang, yang secara keseluruhan memerlukan dua putaran poros engkol crankshaft per satu siklus mesin. Jadi yang perlu kamu ingat, motor 4 tak merupakan kata lain dari 4 langkah. Kebanyakan sepeda motor saat ini menggunakan mesin 4 tak, mulai dari jenis skuter matik skutik, motor bebek, motor sport, hingga motor gede moge. Bahkan di era modern, mesin 4 tak biasanya dipasangkan dengan sistem penyemprotan bahan bakar injeksi. Hal ini untuk membuat emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan. Kehadiran injeksi juga menjadikan motor lebih irit. Hanya saja, di Indonesia belum semua motor menerapkan sistem injeksi. Ada beberapa kuda besi yang masih mengombinasikan mesin 4 tak dengan karburator. Ambil contoh Kawasaki W175, Benelli Patagonian Eagle, Kawasaki KLX 150, dan lain-lain. Apa alasan para pabrikan masih menggunakan karburator. Tidak lain, karena regulasi pemerintah di Tanah Air memperbolehkannya. Kemudian peminat akan sistem karburator masih banyak. Hal ini lantaran karburator punya cara kerja yang sangat sederhana dan minim intervensi teknologi komputer. Alhasil ketika terjadi kerusakan, sangat mudah untuk melakukan perbaikan. Harga komponen karburator juga terbilang lebih murah. Kembali lagi ke mesin 4 tak. Buat kamu yang masih penasaran dengancara kerja motor 4 tak, sebaiknya simak terus tulisan di bawah ini. Terlebih mungkin saja mesin motor yang kamu gunakan ternyata mengunakan jenis ini. Tentu dengan memahami cara kerjanya, kamu akan bisa lebih terkoneksi dengan motor. Lalu kalau terjadi sesuatu, setidaknya kamu punya pengetahuan dasar untuk melakukan perawatan. Cara Kerja Mesin Motor 4 Tak Siklus kerja mesin motor 4 tak. Disebut 4 tak karena ada empat langkah yang terjadi Seperti dijelaskan sebelumnya, kerja mesin motor 4 tak terdiri dari hisap, kompresi, kerja dan buang. Seluruh langkah tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda untuk menghasilkan dorongan tenaga. Dari hasil pembakaran mesin empat tak inilah, tenaga kemudian didistribusikan ke transmisi yang kemudian menggerakkan roda belakang motor. Sampai akhirnya bisa melaju. Mau tahu lebih lengkap soal cara kerja motor 4 tak, berikut pembahasan detail langkah-langkahnya 1. Proses Hisap Intake dari Motor 4 Tak Proses hisap pada motor 4 tak, klep hisap membuka dan piston turun untuk menghisap campuran udara dan bahan bakar. Selanjutnya, bahan bakar dapat masuk ke dalam silinder mesin motor. Banyaknya jumlah bahan bakar yang terbakar dalam proses pembakaran dapat mempengaruhi produksi tenaga mesin. Prosesnya adalah piston akan bergerak dari titik mati atas TMA menuju titik mati bawah TMB, kemudian klep in terbuka dan klep Ex akan tertutup sehingga bahan bakar akan masuk ke silinder. Kruk as akan berputar 180ยฐ, noken as berputar 90ยฐ. Selanjutnya tekanan negatif piston menghisap kabut oleh karburator akan terhisap melalui intake port. 2. Menghasilkan Kompresi Compression Tujuan langkah pada motor 4 tak adalah untuk meningkatkan temperature sehingga campuran bahan bakar dan udara jadi senyawa. Rasio proses ini nantinya akan berhubungan erat dengan produksi tenaga pada mesin. Cara kerjanya adalah piston dari titik mati bawah TMB ke titik mati atas TMA, klep in menutup dan klep Ex tertutup. Alhasil udara atau gas dalam ruang bakar dapat menghasilkan kompresi. Selanjutnya, kruk as mencapai satu rotasi penuh 360ยฐ, noken as mencapai 180ยฐ. 3. Langkah Tenaga Combustion Pada Motor 4 Tak Kerja mesin motor 4 tak selanjutnya dimulai dengan menyalakan busi yang menghasilkan terbakarnya bahan bakar/udara. Proses itu akan menyebabkan ledakang yang akan mendorong piston turun ke silinder bore. Gerakan linier itu di ubah menjadi gerak rotasi oleh kruk AS yang kemudian diteruskan menuju flywheel. Prosesnya adalah terjadinya ledakan diruang bakar yang kemudian menyebabkan piston terlempar dari titik mati atas TMA menuju titik mati bawah TMB. Ketika klep in tertutup, menjelang akhir langkah klep buang mulai sedikit terbuang. Melalui proses ini terjadi transformasi energi bolak balik piston menjadi energi rotasi kruk AS. Putaran kruk AS bisa mencapai 540ยฐ dan putaran noken AS mencapai 270ยฐ. 4. Proses Buang Exhaust Emission Setelah terjadi proses pembakaran pada motor 4 tak, mengharuskan gas bakar wajib terbuang. Piston dari TMB naik lagi ke atas alias TMA dibarengi dengan klep buang membuka. Sehingga gas hasil pembakaran tersebut terbuang ke knalpot. Pada proses buang ini, piston akan naik dari TMB ke TMA. Selanjutnya menghasilkan setengah putaran kruk as atau 180 derajat. Siklus kerja mesin 4-tak terus berulang hingga pengendara motor mematikan kunci kontak dan tidak ada percikan api busi sehingga mesin mati alias mogok. Jadi bagaimana sudah tahukan pengertian motor 4 tak dan cara kerja motor 4 tak? Kalau masih belum jelas juga, coba ikuti penjelasan di bawah. Penjelasan Lengkap Mesin Motor 4 Tak Contoh mesin motor 4 tak Di siklus atau cara kerja motor 4 tak dalam menghasilkan tenaga, butuh 4 langkah. Keempat langkah tersebut yakni hisap, kompresi, kerja dan buang. Satu kali siklus motor 4-tak terjadi putaran kruk sebanyak 2 kali. Putaran kruk as 2 kali itu dari langkah hisap setengah putaran + langkah kompresi setengah putaran + langkah kerja setengah putaran, dan langkah buang setengah putaran. Bila dikalkulasi secara keseluruhan, dalam 2 kali putaran kruk as atau 360 derajat, mesin motor 4 tak menghasilkan power atau langkah kerja. Kalau dijumlah, dalam 2 kali putaran kruk as atau 360 derajat dapat menghasilkan power atau langkah kerja di mesin motor 4 tak. Paham? Kendala yang Biasa Terjadi Pada Mesin Motor 4 Tak Mesin motor sport Walau mesin 4 tak adalah penerus dari 2 tak. Bukan berarti ini sistem yang sempurna. Sejumlah kendala masih mungkin terjadi. Terlebih kalau kamu tidak melakukan perawatan mesin secara berkala. Apa saja kendala yang biasa terjadi pada mesin motor 4 tak? Ketahuilan lewat tulisan di bawah ini. Jangan sampai motor kamu mogok ya! 1. Kinerja Mesin Bermasalah Mengakibatkan Motor Ngebul Kendala mesin ngebul pada sepeda motor Apabila kinerja mesin tak tidak bekerja maksimal, dapat mengakibatkan keluarnya asap putih pada knalpot motor. Penyebabnya, mungkin karena piston motor yang telah oblak. Kemungkinan lainnya, bisa saja karena ring piston telah aus dan setang piston yang bermasalah menyebabkan oli merembes ke ruang bakar mesin. Saat oli bercampur dengan bahan bakar, maka terjadilah kepulan asap bersamaan dengan keluarnya gas sisa pembakaran dari knalpot. Bila sudah terjadi, sebaiknya segera cek ke bengkel. Paling ringan solusinya adalah dengna mengganti ring piston. Hanya saja untuk persoalan yang berat, bisa jadi piston perlu diganti. Tentu biaya ini tidak murah. 2. Tenaga yang Dihasilkan Menurun Penyebab motor mati saat di gas, bisa jadi mesin overheat. Lantaran itu jangan lupa isi oli Permasalahan lain yang mungkin terjadi ketika mesin motor mengalami kendala adalah tenaga motor yang tiba-tiba menurun, meskipun selongsong gas sudah dibetot dalam-dalam. Masalah ini mungkin terjadi karena komponen piston maupun ring piston sudah tidak kuat lagi mendorong secara optimal. Alhasil kompresi mesin juga menurun, akibatnya proses pembakaran jadi tidak sempurna sehingga tenaga yang dihasilkan sangat kecil. Berangkat dari permasalahan satu ini, kamu perlu lebih teliti. Karena kendala yang terjadi biasanya karena pemasangan piston dan ring piston yang tidak benar. Usia pemakaian juga mempengaruhi kinerja mesin yang menurun. Bisa juga karena motor kamu selalu melakoni kerja berat, dengan mengangkut beban yang melebihi kapasitasnya. 3. Mesin Motor 4 Tak yang Susah Dihidupkan Kerja mesin yang tak maksimal bisa mengakibatkan mogok Gejala lain yang bisa kamu rasakan, ketika mesin mengalami masalah biasanya, sulit untuk di-starter dan umumnya sering mogok di tengah perjalanan. Penyebabnya mungkin karena piston rusak yang membuat dinding silinder yang aus menyebabkan oli masuk ke ruang bakar. Apabila ini terjadi, bisa mengakibatkan masalah baru, yakni busi yang sering mati maupun motor yang susah dihidupkan. Dari masalah ini biasanya akan memunculkan bau sangit dan bau asap knalpot yang tidak enak. Semoga informasi mengenai pengertia motor 4 tak dan cara kerja motor 4 tak ini dapat bermanfaat buat kamu. Kedepannya mungkin bisa lebih perhatian terhadap mesin pada motor kesayanganmu! Baca juga 5 Kelebihan Yamaha Vixion dibanding CB150R dan GSX-150 Harga Rp30 Jutaan, Beli Honda CB150R atau Yamaha Vixion R? 7 Kelebihan Suzuki GSX-R150 Dibanding R15 dan CBR150R Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 82 JURNAL TEKNOLOGI TERPADU Vol. 5 No. 1 April 2017 ISSN 2338 - 6649 Optimasi Daya dan Torsi pada Motor 4 Tak dengan Modifikasi Crankshaft dan Porting pada Cylinder Head Farid Majedi1*, Indah Puspitasari2, 1,2Prodi Mesin Otomotif, Fakultas Teknik, Politeknik Negeri Madiun *farid Abstract 4 stroke motorcycle engine performance can be improved. The process to improve performance is to extend the piston step and increase the volume of air and fuel into the combustion chamber. The process is done by performing overstroke which increase the volume step by increasing the length of the pistons so that the compression ratio increases, and Porting is reshaping hole cylinder head intake and exhaust. Porting can increase the volume of air and fuel increases, the easier combustion occurs. The aim of research to improve engine performance power and torque views of data obtained from testing the machine dynotest. In this research, by testing directly on the machine dynotest, with two conditions, namely conditions with the engine crankshaft and cylinder head standard standard; Condition of the engine with a crankshaft and cylinder modifications. Results of testing with engine modifications dynotest shows motor power is larger than a standard motor power, average power motor modifications, up 47% compared with an average power of standard motors. Modified motor torque larger than a standard motor torque. The average torque motor modifications rose compared with the average torque of standard motors. Keywords blended , mobile , web based learning Abstrak Performa mesin motor 4 stroke dapat ditingkatkan. Proses untuk meningkatkan performa adalah memperpanjang langkah torak dan meningkatkan volume udara dan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar. Proses tersebut dilakukan dengan melakukan overstroke yaitu memperbesar volume langkah dengan cara menambah panjang langkah piston sehingga perbandingan kompresi meningkat, dan Porting adalah membentuk kembali lubang intake dan exhaust cylinder head. Porting dapat meningkatkan volume udara dan bahan bakar yang meningkat maka semakin mudah terjadi pembakaran. Tujuan penelitian untuk meningkatkan performa mesin yang dilihat data daya dan torsi yang didapat dari pengujian dengan dynometer chasis type inertia dynometer. Dalam penelitian ini dilakukan dengan menguji langsung pada Dynometer chasis, dengan dua kondisi yaitu Kondisi mesin dengan crankshaft standar dan cylinder head standar; Kondisi mesin dengan crankshaft dan cylinder head modifikasi. Hasil pengujian dengan dynometer chasis menunjukkan daya motor modifikasi lebih besar daripada daya motor standard, Daya rata-rata motor modifikasi naik 47% dibanding dengan daya rata-rata motor standar. Torsi motor modifikasi lebih besar daripada Torsi motor standard. Torsi rata-rata motor modifikasi naik 49,97 % dibanding dengan torsi rata-rata motor standar. Kata kunci porting, overstroke, performa mesin, daya, torsi 1. Pendahuluan Performa mesin motor bensin dapat ditingkatkan dengan cara memperpanjang langkah torak , memperbesar diameter torak, mengubah inlet port dan outlet port menaikkan kompresi pada ruang bakar, atau mengubah waktu pembukaan port silinder [1]. Untuk meningkatkan performa mesin tersebut dengan cara meningkatkan volume udara dan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar jadi bertambah besar dan lebih bebas hambatan dapat dilakukan dengan cara Porting yaitu membentuk kembali lubang intake dan exhaust cylinder head. Sehingga 83 JURNAL TEKNOLOGI TERPADU Vol. 5 No. 1 April 2017 ISSN 2338 - 6649 dengan volume udara dan bahan bakar yang meningkat maka semakin mudah terjadi pembakaran [2]. Selain porting juga dilakukan overstroke yaitu memperbesar volume langkah dengan cara menambah panjang langkah piston. Perbandingan besar volume total silinder dengan volume ruang bakar adalah perbandingan kompresi. Volume total silinder merupakan jumlah volume ruang bakar dengan dan volume langkah. Volume langkah adalah hasil kali luas permukaan torak dan panjang lamgkah . Maka dengan memperbesar panjang langkah akan memperbesar volume langkah sehingga memperbesar perbandingan kompresi [3]. Syarat supaya motor bekerja maksimal yaitu dapat menghisap campuran bensin dan udara dengan maksimal ke dalam ruang bakar. Untuk meningkatkan tenaga motor menjadi maksimal dengan cara menaikkan tekanan silinder atau kompresi gas campuran bensin dan udara supaya tekanan kompresi tinggi atau perbandingan kompresi maksimal 111 [4]. Dari penelitian sebelumnya hanya berorientasi pada porting dan overstroke saja. Penelitian itu antara lain Dengan Modifikasi Lubang Inlet dan Outlet Silinder Head berpengaruh Terhadap Kenaikan Putaran Dan Daya Pada Mesin Bensin Dua Lubang Satu Silinder Untuk Sepeda Motor [1]. Dengan Stroke Up pada mesin berpengaruh terhadap performa Mesin Pada Sepeda Motor 4 Langkah [1], Dengan meningkatkan volume silinder motor 100 cc menjadi 110 cc dapat menikatkatkan performa mesin [5], Bentuk permukaan piston berpengaruh terhadap kinerja motor bensin [4] Dengan adanya problem ini penulis mencoba melakukan penelitian tentang peningkatan perfoma mesin dengan cara memodifikasi crankshaft dan porting pada Cylinder Head. Pengujian dilakukan dengan cara pengujian dengan dynotest untuk mengetahui daya dan torsi, dengan variasi mesin standart dan mesin setelah dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan performa mesin yang dilihat dari data daya dan torsi yang didapat dari pengujian dengan mesin dynotest. Hasil data daya dan torsi dari mesin modifikasi mempunyai nilai lebih tinggi dari mesin standart. 2. Metoda Penelitian Bahan baku Dalam pengujian ini, bahan yang digunakan adalah crankshaft standart Jupiter Z 110cc yang dimodifikasi dengan menambah panjang langkah piston 2 mm dan mengganti diameter piston dari 51 mm ke 58 mm dengan memperbesar head dan blok, juga pada cylinder head standar Jupiter z yang di porting dengan memperbesar lubang intake valve sebesar 1,4 mm dan lubang exhaust valve sebesar 1,5 mm. Modifikasi Crankshaft Gambar 1. Gambar Crankshaft Standard Jupiter Z Gambar 2. Gambar Crankshaft Modifikasi Jupiter Z Dalam modifikasi Crankshaft dilakukan dengan cara mengubah posisi poros engkol big and menjadi lebih jauh atau menggeser big end standard lebih dekat dengan tepi daun poros engkol. Poros engkol umumnya ditahan dengan bantalan luncur yang ditetapkan pada ruang engkol. 84 JURNAL TEKNOLOGI TERPADU Vol. 5 No. 1 April 2017 ISSN 2338 - 6649 Gambar 2 modifikasi crankshaft dengan menambah panjang langkah piston Jupiter Z sebesar 2 mm. Gambar 3. Crankshaft Standar Jupiter z Gambar 4 menunjukan perubahan posisi pena engkol menjadi lebih tinggi dari posisi semula. Perubahan posisi pena engkol ini yang sering disebut dengan istilah over stroke. Over stroke dilakukan supaya jarak naik turun anatara titik mati atas dan titik mati bawah menjadi lebih panjang. Sehingga momen puntirnya lebih besar. Gambar 4. Poros Engkol dengan crankshaft Modifikasi Keterangan gambar 1. Batang torak crankshaft 2. Pena engkol crank pin 3. Bobot balance counter weight 4. Jurnal crank journal Modifikasi Porting pada Cylinder Head Gambar 5. Cylinder Head Sebelum dan Sesudah diporting Modifikasi dilakukan dengan cara memperbesar lubang intake valve sebesar 1,4 mm dan lubang exchaust valve sebesar 1,5 mm dan setelah itu dihaluskan permukaan pada intake dan exchaust valve tersebut Tabel 1. Perubahan Ukuran Porting Cylinder Head Gambar 6. Ukuran intake dan exchaust valve setelah dimodifikasi Dasar Perhitungan Volume Silinder 1 Kapasitas Mesin Kapasitas mesin diperoleh dari volume pada saat piston bergerak keatas dari TMB ke TMA, disebut volume langkah. Volume langkah dihitung dalam satuan cc cm3 [5]. Volume langkah = luas lingkaran silinder x panjang langkah = ๎ฐ—๎ฌธ๎‡ค ๎œฆ๎ฌถ๎‡ค ๎ 1 Dimana Vlangkah = volume langkah cc ฯ€ = 22/7 = 3,14 D = diameter silinder mm s = langkah piston mm 2 Perbandingan Kompresi Perbandingan kompresi adalah perbandingan volume silinder dan ruang antara awal langkah kompresi dan setelah akhir langkah kompresi saat piston berada pada titik mati atas TMA [5] ๎€•๎ญก๎ตŒ๎ญš๎ฑ™๎ฌพ๎ญš๎ฑฉ๎ญš๎ฑ™ 2 Dimana Rc = perbandingan kompresi Vs = volume langkah cc Vc = volume sisa/volume ruang bakar cc 85 JURNAL TEKNOLOGI TERPADU Vol. 5 No. 1 April 2017 ISSN 2338 - 6649 3 Volume Total Silinder [5] Volume total silinder = volume langlah + volume ruang bakar ๎œธ๎ฏง๎ตŒ ๎œธ๎ฏ–๎ต… ๎œธ๎ฏฆ 3 Dimana Vt = volume total silinder cc Vc = volume sisa ruang baklar cc 4 Menghitung Torsi [5] ๎œฏ๎€ƒ ๎ตŒ ๎€ƒ๎œจ๎€ƒ๎”๎€ƒ๎œฎ๎€ƒ 4 Dimana M = torsi F = gaya yang bekerja pada piston N L = ยฝ langkah piston m 5 Gaya Yang Bekerja Pada Piston [5] Gaya yang bekerja pada piston, dapat dihitung dengan persamaan momen torsi yaitu M = F x L. Data yang diketahui pada tiap motor standard hanya torsi dan langkah piston. Maka gaya yang bekerja adalah ๎€‰ ๎ตŒ ๎ญ‘๎ญ 5 Dimana M = torsi F = gaya yang bekerja dengan pistonN L = 1/2 dari panjang langkah piston m 6 Tekanan Ruang Bakar [5] TekananRuang bakar didapat setelah diketahui gaya yang bekerja pada piston, dengan persamaan ๎œฒ ๎ตŒ ๎ฎฟ๎ฏ” 6 Dimana P = tekanan pascal atau N/m2 F = Gaya yang bekerja pada piston N a = Luas piston m2 7 Daya Motor Pertama kita hitung putaran motor n dari motor standard karena pada motor standard sudah ada daya motor pada spesifikasinya. Setelah itu baru dihitung Daya motor dengan putaran motor yang telah diketahui. Persamaan daya motor jenis motor empat langlah adalah ๎€“๎‚‹ ๎ตŒ ๎€ƒ ๎ญ”๎€ƒ๎ญถ๎€ƒ๎ญ๎€ƒ๎ญถ๎€ƒ๎ญŸ๎€ƒ๎ญถ๎€ƒ๎ญฌ๎ฌถ 7 Dimana Pi = daya motor watt P = tekanan motor pascal a = luas permukaan piston m L = langkah piston m x 10-3 n = putaran kerja Rpm 8 Menghitung Tekanan pada Motor modifikasi dengan Persamaan Boyle ๎œฒ๎ฌต๎‡ค ๎œธ๎ฌต๎ตŒ ๎œฒ๎ฌถ๎‡ค ๎œธ๎ฌถ 8 Dimana P1 = Tekanan pada Motor standar Pascal atau N/m2 P2 = Tekanan pada motor lebih besar Pascal atau N/m2 V1 = Volume total silinder motor standard m2 V2 = Volume total silinder motor lebih besar m2 9 Menghitung Gaya yang Bekerja Pada Piston Hukum Newton ๎œจ ๎ตŒ ๎œฒ๎€ƒ๎”๎€ƒ๎œฝ 9 Dimana P = Tekanan Pascal atau N/m2 F = Gaya yang bekerja pada Piston N a = Luas piston m2 Metodologi Penelitian Dalam penelitian ini dilakukan dengan menguji langsung pada mesin Dynotest. Pengambilan data torsi dan daya dengan cara pengambilan data metode throttle spontan, dengan tahapan motor dihidupkan dan gigi dimasukkan ke gigi 4, kemudian throttle ditahan pada 3500 rpm sampai sampai stabil, Baru dinaikkan secara spontan dampai rpm maksimal. Kondisi pengujian yang dilakukan dengan dua kondisi yaitu Kondisi mesin dengan crankshaft standar dan cylinder head standar; Kondisi mesin dengan crankshaft dan cylinder modifikasi. 3. Hasil Penelitian Perhitungan Pada Dengan Motor Dengan Crankshaft Standar Tabel 2. Hasil Ukuran, langkah piston, perbandingan kompresi dan Torsi Maksimum motor standar 86 JURNAL TEKNOLOGI TERPADU Vol. 5 No. 1 April 2017 ISSN 2338 - 6649 1 Volume Langkah Vs Dari persamaan 1 didapat hasil ๎œธ๎๎€ƒ ๎ตŒ ๎€ƒ ๎Ÿจ๎ถ๎‡ค ๎œฆ๎ฌถ๎‡ค ๎ ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎ตŒ ๎€ƒ ๎ฌท๎‡ก๎ฌต๎ฌธ๎ฌธ๎‡ค ๏ˆบ๎ท๎ณ๏ˆป๎ฌถ๎‡ค๎ท๎ถ ๎œธ๎๎€ƒ ๎ตŒ ๎€ƒ๎ณ๎ณ๎ฒ๎ด๎ท๎ธ๎‡ก๎ต๎ป๎€ƒ๎‰๎‰๎ฌท๎ตŒ๎ณ๎ณ๎ฒ๎‡ก๎ด๎ธ๎€ƒ๎œฟ๎‰๎ฌท 2 Volume Sisa Ruang Bakar Rc Dari persamaan 2 didapat hasil ๎€•๎ญก๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ ๎ตŒ ๎€™๎ญก๎ต… ๎€™๎ญฑ๎€™๎ญก๎ป๎‡ก๎ต๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ ๎ตŒ ๎€™๎ญก๎ต…๎ณ๎ณ๎ฒ๎‡ก๎ด๎ธ๎€™๎ญก๎ป๎‡ก๎ต๎€™๎ญก๎ตŒ ๎€™๎ญก๎ต…๎ณ๎ณ๎ฒ๎‡ก๎ด๎ธ ๎œธ๎œฟ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ ๎ตŒ ๎€ƒ๎ณ๎ต๎‡ก๎ด๎บ๎€ƒ๎œฟ๎‰๎ฌท 3 Volume Total Silinder Vt Dari persamaan 3 didapat hasil ๎œธ๎ฏง๎ตŒ ๎œธ๎ฏ–๎ต… ๎œธ๎ฏฆ Vt = 13,28 + 110,26 = 123,54 cm3 4 Torsi T Dari spesifikasi T = 9,2 Nm / 5000 rpm 5 Gaya yang bekerja Pada Piston F Dari persamaan 5 didapat hasil ๎€‰ ๎ตŒ ๎ญ‘๎ญ , dimana L = 54 x ยฝ = 27 x 10-3 m ๎€‰ ๎ตŒ ๎ป๎‡ก๎ด๎ด๎น๎€ƒ๎‚š๎€ƒ๎ณ๎ฒ๎ฌฟ๎ฌท๎€ƒ ๎œจ๎€ƒ ๎ตŒ ๎€ƒ๎ต๎ถ๎ฒ๎‡ก๎น๎€ƒ๎œฐ 6 Tekanan P Dari persamaan 6 didapat hasil ๎œฒ ๎ตŒ ๎ฎฟ๎ฏ” , dimana ๎œฝ ๎ตŒ ๎€ƒ ๎ฌท๎‡ก๎ฌต๎ฌธ๎ฌธ๎œฆ๎ฌถ๎ตŒ ๎ด๎‡ก๎ฒ๎ถ๎ณ๎€ƒ๎”๎€ƒ๎ณ๎ฒ๎ฌฟ๎ฌท m2, maka ๎œฒ ๎ตŒ ๎ต๎ถ๎ฒ๎‡ก๎น๎ฒ๎‡ก๎ฒ๎ฒ๎ด๎ฒ๎ถ๎ณ ๎œฒ๎€ƒ ๎ตŒ ๎€ƒ๎ณ๎ธ๎ธ๎ป๎ด๎น๎‡ก๎ป๎บ๎€ƒ๎œฐ๎ˆ€๎‰๎ฌถ๎€ƒ 7 Daya Motor Pi Dari data spesifikasi mesin pada lampiran Daya pada motor standart adalah = 9,0 PS = 6,6 kW Dari data Daya motor standart pada spesifikasi motor didapat n = 717 rpm, Data lain a =2,041 x 10-3 m2 L = 54 x 10-3 m3 P = 166927,98 N/m2 Maka didapat hasil ๎‚’๎‚‹ ๎ตŒ๎ธ๎ท๎ป๎ท๎‡ก๎ธ๎ณ๎€ƒ๎‚™๎‚ƒ๎‚–๎‚–๎€ƒ ๎‚’๎‚‹ ๎ตŒ ๎ธ๎‡ก๎ท๎ป๎ท๎ธ๎ณ๎€ƒ๎‚๎€š Perhitungan Pada Dengan Motor Dengan Crankshaft modifikasi Tabel 3. Data Diameter piston dan Langkah piston motor modifikasi Mesin Jupiter z Modifikasi 1 Volume langkah piston Dengan persamaan 1 didapat hasil ๎œธ๎๎€ƒ ๎ตŒ ๎€ƒ ๎ฐ—๎ฌธ๎‡ค ๎œฆ๎ฌถ๎‡ค ๎ ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎ตŒ ๎€ƒ ๎ต๎‡ก๎ณ๎ถ๎ถ๎‡ค ๏ˆบ๎ท๎บ๏ˆป๎ฌถ๎‡ค๎ท๎บ ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎€ƒ๎ตŒ ๎ณ๎ท๎ต๎ณ๎ธ๎ด๎‡ก๎ป๎ด๎€ƒ๎‰๎‰๎ฌท๎ตŒ๎ณ๎ท๎ต๎‡ก๎ณ๎ธ๎€ƒ๎œฟ๎‰๎ฌท 2 Perbandingan kompresi Dari persamaan 2 didapat hasil ๎€•๎ญก๎ตŒ๎€™๎ญก๎ต… ๎€™๎ญฑ๎€™๎ญก๎€•๎ญก๎ตŒ๎ณ๎ต๎‡ก๎ด๎บ ๎ต…๎ณ๎ท๎ต๎‡ก๎ณ๎ธ๎ณ๎ต๎‡ก๎ด๎บ ๎€•๎ญก๎ตŒ๎ณ๎ด๎‡ก๎ธ 3 Volume total silinder Dari persamaan 3 didapat hasil ๎œธ๎ฏง๎ตŒ ๎œธ๎ฏ–๎ต… ๎œธ๎ฏฆ ๎œธ๎ฏง๎ตŒ๎ณ๎ต๎‡ก๎ด๎บ ๎ต…๎ณ๎ท๎ต๎‡ก๎ณ๎ธ ๎ตŒ๎ณ๎ธ๎ธ๎‡ก๎ถ๎ถ๎€ƒ๎œฟ๎‰๎ฌท ๎œธ๎ฏง๎ตŒ๎ณ๎ธ๎ธ๎‡ก๎ถ๎ถ๎€ƒ๎”๎€ƒ๎ณ๎ฒ๎ฌฟ๎ฌท ๎‰๎ฌท 4 Menghitung Tekanan Dari persamaan 8 didapat hasil ๎œฒ๎ฌต๎‡ค ๎œธ๎ฌต๎ตŒ ๎œฒ๎ฌถ๎‡ค ๎œธ๎ฌถ ๎ณ๎ธ๎ธ๎ป๎ด๎น๎‡ก๎ป๎บ๎€ƒ๎”๎€ƒ๎ณ๎ณ๎ฒ๎‡ก๎ด๎ธ ๎ตŒ ๎œฒ๎ฌถ๎”๎€ƒ๎ณ๎ท๎ต๎‡ก๎ณ๎ธ ๎œฒ๎ฌถ๎ตŒ ๎ณ๎ด๎ฒ๎ณ๎น๎ณ๎‡ก๎ท๎บ๎€ƒ๎œฐ๎ˆ€๎‰๎ฌถ 5 Menghitung Gaya yang Bekerja Pada Piston Dari persamaan 9 didapat hasil ๎œจ ๎ตŒ ๎œฒ๎€ƒ๎”๎€ƒ๎œฝ Dimana a didapat dari ๎œฝ ๎ตŒ ๎ต๎‡ก๎ณ๎ถ๎ถ๎€ƒ๏ˆบ๎ท๎บ๏ˆป๎ฌถ ๎œฝ ๎ตŒ ๎ด๎ธ๎ถ๎ฒ๎‡ก๎น๎ถ๎€ƒ๎‰๎‰๎ฌถ๎ตŒ ๎ด๎‡ก๎ธ๎ถ๎€ƒ๎”๎€ƒ๎ณ๎ฒ๎ฌฟ๎ฌท ๎€ƒ๎‰๎ฌถ Maka ๎œจ ๎ตŒ ๎œฒ๎€ƒ๎”๎€ƒ๎œฝ ๎œจ ๎ตŒ ๎ณ๎ด๎ฒ๎ณ๎น๎ณ๎‡ก๎ท๎บ๎€ƒ๎”๎€ƒ๎ด๎‡ก๎ธ๎ถ๎€ƒ๎”๎€ƒ๎ณ๎ฒ๎ฌฟ๎ฌท ๎œจ ๎ตŒ ๎ต๎ณ๎น๎‡ก๎ด๎ท๎€ƒ๎œฐ 6 Menghitung Torsi 87 JURNAL TEKNOLOGI TERPADU Vol. 5 No. 1 April 2017 ISSN 2338 - 6649 Dari persamaan 5 didapat hasil ๎€ ๎ตŒ ๎€‰๎€ƒ๎‚š๎€ƒ๎€ ๎€ ๎ตŒ ๎ต๎ณ๎น๎‡ก๎ด๎ท๎€ƒ๎‚š๎€ƒ๎ด๎ป๎€ƒ๎‚š๎€ƒ๎ณ๎ฒ๎ฌฟ๎ฌท ๎€ ๎ตŒ ๎ป๎‡ก๎ด๎ฒ๎ฒ๎ด๎ท๎€ƒ๎€‘ 7 Menghitung Daya Motor dengan crankshaft modifikasi Diketahui rpm = 717 ๎€“๎‚‹ ๎ตŒ ๎€ƒ ๎ณ๎ด๎ฒ๎ณ๎น๎ณ๎‡ก๎ท๎บ๎€ƒ๎‚š๎€ƒ๎ท๎บ๎€ƒ๎‚š๎€ƒ๎ณ๎ฒ๎ฌฟ๎ฌท๎€ƒ๎‚š๎€ƒ๎ด๎‡ก๎ธ๎ถ๎€ƒ๎”๎€ƒ๎ณ๎ฒ๎ฌฟ๎ฌท ๎€ƒ๎‚š๎€ƒ๎น๎ณ๎น๎ด ๎€“๎‚‹ ๎ตŒ ๎€ƒ๎ธ๎ท๎ป๎ธ๎‡ก๎ธ๎ถ๎€ƒ๎€š๎‚ƒ๎‚–๎‚– ๎€“๎‚‹ ๎ตŒ ๎€ƒ๎ธ๎‡ก๎ท๎ป๎ธ๎ธ๎ถ๎€ƒ๎‚๎€š Tabel 4. Perbandingan Rasio Kompresi dan Rasio Langkah Piston Standar dan Modifikasi Gaya yang bekerja pada Piston N Tabel 5. Perbandingan Hasil Perhitungan Torsi dan Daya motor pada Piston Standar dan Modifikasi Tekanan Ruang Bakar N/m2 Pembahasan Hasil Perhitungan Dari Tabel 4 didapat hasil Perbandingan Kompresi pada motor dengan crankshaft modifikasi lebih besar 3,3 daripada perbandingan kompresi pada motor crankshaft standar hal ini karena pada motor dengan crankshaft modifikasi mempunyai volume langkah yang lebih tinggi dengan penambahan 42,9 cm. Penambahan volume langkah ini diakibatkan adanya penambahan langkah piston sebesar 2 cm dan Diameter piston sebesar 7 cm. Gaya yang bekerja pada piston modifikasi lebih kecil daripada piston standar karena Tekanan ruang bakar pada piston modifikasi lebih kecil daripada tekanan ruang bakar pada piston standar Tabel 3. Tekanan ruang bakar pada piston modifikasi lebih rendah karena volume total silinder pada piston modifikasi lebih besar. Dari Tabel 5 didapat Torsi pada piston modifikasi dan standar mempunyai selisih sebesar 0,0025 Nm. Dan Daya Motor piston modifikasi dan standar mempunyai selisih sebesar 0,00103 kW. Torsi dan daya motor pada piston modifikasi dan standar mempunyai selisih yang tidak signifikan tapi waktu ujicoba langsung sepeda motor tersebut terasa lebih kencang. Pengujian Dynometer chasis Pada Pengujian Dynotest ini kondisi motor modifikasi sudah digabung selain modifikasi crankshaft juga modifikasi porting pada intake dan exchaust valve. Dari pengujian langsung dengan mesin dynotest memperoleh data seperti yang tercantum pada lampiran. Tabel 6. Perbandingan Nilai Daya antara crankshaft + Cylinder Head Standar dan crankshaft + Cylinder Head modifikasi Dari tabel 6 didapat Daya pada motor standar tertiinggi sebesar 7,7 hp didapat dengan 7580 rpm dan Daya pada motor 88 JURNAL TEKNOLOGI TERPADU Vol. 5 No. 1 April 2017 ISSN 2338 - 6649 modifikasi tertiinggi sebesar 11,4 hp dicapai dengan 6786 rpm. Gambar 7. Grafik Perbandingan Daya Motor Pada Motor Standar dan Modifikasi = Daya Motor Modifikasi = Daya Motor Standar Tabel 7. Perbandingan Nilai Torsi antara crankshaft + Cylinder Head Standar dan crankshaft + Cylinder Head modifikasi Dari tabel 7 didapat Torsi pada motor standar tertiinggi sebesar 8,49 Nm didapat dengan 4683 rpm dan Torsi pada motor modifikasi tertiinggi sebesar 13,72 Nm dicapai dengan 5397 rpm Gambar 8 Grafik Perbandingan Torsi pada Motor Standar dan Modifikasi = Torsi Motor Modifikasi = Torsi Motor standar Pembahasan Hasil Uji Dynometer chasis Hasil pengujian dengan mesin Dynotest menunjukkan Daya motor modifikasi cenderung lebih besar daripada daya motor standard gambar 6, Daya Motor Modifikasi tertinggi sudah bisa diperoleh pada rpm yang lebih rendah daripada daya motor modifikasi. Daya tertinggi pada motor modifikasi sebesar 11,4 hp yang tercapai pada 6786 rpm dan daya tertinggi motor standar sebesar 7,7 hp yang tercapai pada 7580 rpm. Daya rata-rata motor modifikasi naik 47% dibanding dengan daya rata-rata motor standar. Nilai torsi motor modifikasi cenderung lebih besar daripada Torsi motor standard Gambar 7. Torsi tertinggi pada motor modifikasi sebesar 13,72 Nm yang tercapai pada 5397 rpm dan torsi tertinggi pada motor standar sebesar 8,49 Nm yang tercapai pada 4683 rpm. Torsi rata-rata motor modifikasi naik 49,97 % dibanding dengan torsi rata-rata motor standar. Pada motor modifikasi mengalami kenaikan yang cukup besar. Karena pada motor modifikasi dilakukan dengan porting pada intake dan exchaust valve sehingga intake semakin besar dan halus maka aliran campuran massa dan bahan bakar lebih besar dan besar yang masuk ke ruang bakar, mengakibatkan pembakaran lebih sempurna. Pada motor modifikasi juga dilakukan 89 JURNAL TEKNOLOGI TERPADU Vol. 5 No. 1 April 2017 ISSN 2338 - 6649 modifikasi crankshaft dengan menambah panjang langkah piston 2 mm dan mengganti diameter piston dari 51 mm ke 58 mm dengan memperbesar head dan blok sehingga menghasilkan output yang besar. Hai ini karena adanya perubahan pada panjang langkah yang dilakukan pada poros engkol dengan menggeser posisi big end connecting rod menjadi lebih tinggi dan membuat rasio kompresi lebih tinggi. Bila rasio kompresi dipertinggi, tekanan pembakaran akan bertambah sehingga mesin menghasilkan output yang tinggi. Pada gambar 1 dan 2 menunjukkan daya dan torsi secara aktual pada mesin standar dan modifikasi terjadi penurunan setelah mencapai kondisi tertinggi, hal ini karena karakteristik dari motor bakar bensin pada saat rpm tinggi suplay campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam ruang bakar tidak mampu mengimbangi kecepatan piston pada rpm tinggi. Sehingga pada saat setelah mencapai kondisi daya dan torsi tertinggi pada rpm semakin tinggi maka nilai daya dan torsi cenderung mengalami penurunan. Hasil daya dan torsi yang besar pada modifikasi motor 4 tak ini bisa diaplikasikan pada motor ATV, Motor off road dll, yang membutuhkan daya dan torsi besar pada rpm rendah. 4. Kesimpulan Daya dan torsi sangat dipengaruhi oleh besarnya variabel intake valve, panjang langkah poros engkol crankshaft, diameter piston dan besar ruang bakar, sehingga dengan semakin besar variabel-variabel tersebut maka semakin besar nilai daya dan torsi. 5. Saran Diperlukan adanya penelitian lebih lanjut mengenai cara lain untuk meningkatan perfoma mesin selain dengan cara memodifikasi crankshaft dan porting pada Cylinder Head. 6. Daftar Pustaka [1] Wardoyo, โ€œPengaruh Modifikasi Lubang Inlet Outlet Dan Silinder head Terhadap Kenaikan Putaran Dan Daya Pada Mesin Bensin Dua Lubang Satu Silinder Untuk Sepeda Motor,โ€ Jurnal Angkasa nomer 1, hal. 75-82, 2013 [2] Rohman, Arif, โ€œPorting Saluran Masuk Bahan Bakar Megapro 160 Cc.โ€ Yogyakarta Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, 2015 [3] Khoirul โ€œMuhammad. Pengaruh Stroke Up Terhadap Performa Mesin Pada Sepeda Motor 4 Langkah Yang Menggunakan Bahan Bakar Pertamax, Pertamax Plus Dan Bensol,โ€ Semarang Universitas negeri Semarang, 2016 [4] Wijayanti , Fitri.; Irwan, Dadan., โ€œAnalisis Pengaruh Bentuk Permukaan Piston Terhadap Kinerja Motor Bensin, โ€œ Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Vol 2 No. 1, hal. 35-42, 2014 [5] Prasetiyo, Gatot B., โ€œModifikasi Volume Silinder Motor Tossa 100cc Menjadi 110cc Untuk Meningkatkan Performa Mesin,โ€ Malang Jurnal Sistem, Vol. 10, No. 3, hal. 51โ€“62, 2014 [6] Stya Putra, Feri, Sanata, Andi., Zainul Muttaqin, Aris., โ€œPengaruh Variasi Durasi Camshaft Terhadap Unjuk Kerja Motor Bakar 4 Langkah,โ€ Jurnal Rotor, Volume 6 Nomor 2, hal. 27-30, 2013 ... As for the 5000 rpm rotation, the decrease is around These results are in accordance with research conducted by previous researchers that transition metals are very effective for reducing and at the same time for oxidizing CO and HC Majedi & Puspitasari, 2017. ...Suheni SuheniRudy Sunoko Amin LeksonoSlamet WahyudiTechnological developments have an impact on increasing the number of motorized vehicles such as motorcycles, cars, and other modes of transportation. This causes air pollution impacts such as gas emissions from fossil fuels. Substances from hazardous exhaust gases consist of carbon monoxide CO, carbon dioxide CO2, nitrogen oxides NO or NOx, and hydrocarbons HC. Therefore, the purpose of this research is to design a catalytic converter through a mixture of several metals obtained from various wastes in Small and Medium Enterprises. A mixture of copper, brass, aluminium and zinc to be created as a muffler or exhaust on the test vehicle, namely the 2005 Car. The observed exhaust emissions are CO & HC using a Gas Analyzer. Measurements were observed at vehicle rotation of 1000 rpm, 2000 rpm, 3000 rpm, 4000 rpm and 5000 rpm. The results showed that the highest proportion of reduced CO levels was the use of a catalyst at 2000 rpm engine speed, which was with Pertamax fuel, while petrolite fuel using a catalyst with 2000 rpm engine speed was The highest percentage reduction in HC levels was when using a catalyst with engine speed of 1000 rpm of 645% with Pertamax fuel, while for pertalite fuel using a catalyst with engine speed of 1000 rpm was e-ISSN 2746-3672 5 kalibrasi ulang sehingga hasil yang didapatkan kurang akurat atau mungkin prosedur dalam pengujian dynotest kurang tepat. ...Agus SupriyantoWegie RuslanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai torsi dan daya sepeda motor matik berbahan bakar pertamax dengan SAE oli yang berbeda-beda. Pengujian ini bertujan untuk mengetahui performa mesin yang dilihat berdasarkan hasil dari pengujian Dynotest. Dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga kondisi yaitu oli SAE 5w-30, SAE 10w-30 dan SAE 20w-40. Hasil pengujian menunjukan daya dan torsi pada sepeda motor matik dengan SAE 20w-40 lebih besar dari SAE 5w-30 dan SAE 10w-30. Torsi motor maksimum sebesar 8,03 pada putaran 5650 rpm sedangakn untuk daya motor maksimum sebesar 6,78 HP pada putaran 7390 rpm. Bervariasi nilai daya dan torsi tersebut disebabkan karena adanya perbedaan nilai kekentalan pada ketiga jenis oli yang di pakai. Dapat disimpulkan bahwa nilai kekentalan minyak pelumas memberikan pengaruh terhadap naiknya performa mesin tersebut.... Energi kimia dalam bahan bakar terlebih dahulu diubah menjadi energi panas melalui proses pembakaran. Energi panas yang dihasilkan akan meningkatkan tekanan yang menggerakkan mekanisme mesin seperti piston, batang piston, dan poros engkol Wijayanti & Irwan, 2014 Majedi & Puspitasari, 2017. Siswa dapat membandingkan efek dari serangkaian modifikasi. ...... Sistem pembakaran merupakan sistem pada sepeda motor yang lebih sering dimodifikasi. Dalam menaikkan performa tersebut dikenal 2 metode, yaitu dengan modifikasi intake manifold [4] maupun exhaust manifold [5]. Parameter kebocoran panas dan energi bahan bakar bergantung satu sama lain [6]. ...Wahyu PrasetiantoSartono SartonoTingkat penjualan mesin terkait dengan daya yang dihasilkan oleh mesin, konsumsi bahan bakar, serta efisiensi dari mesin tersebut. Pemakaian salah satu mesin penggerak awal yaitu motor bakar torak masih sangat dominan, dimana daya yang dihasilkan sampai saat ini masih unjuk kerja yang cukup baik. Untuk meningkatkan performa sepeda motor, banyak inovasi yang dilakukan dan teknologi yang dikembangkan agar performa motor meningkat sesuai kebutuhan penggunanya. Super KIPS salah satunya, Super KIPS memiliki bagian terpenting berupa klep Valve yang bisa membuka dan menutup. Selain itu terdapat pula magic ring, merupakan komponen berbentuk ring yang dirancang khusus untuk berbagai jenis sepeda motor dengan memanfaatkan gas aktif lewat knalpot yang terbuang nozzle sering berbentuk pipa atau tabung dari berbagai variasi luas penampang, dan dapat digunakan untuk mengarahkan atau memodifikasi aliran fluida cairan atau gas. Nozzle sering digunakan untuk mengontrol laju aliran, kecepatan, arah, massa, bentuk, dan / atau tekanan dari aliran yang muncul. Kecepatan nozzle dari fluida meningkat sesuai energi tekanannya. Pemasangan magic ring mampu menurunkan nilai KBBS pada putaran kurang dari 9000 RPM, namun ketika putaran mencapai lebih dari 9000 RPM, kondisi standar lebih sedikit KBBS-nya dibandingkan magic ring. Begitu pula jika dibandingkan dengan penggunaan variasi nozzle, nozzle dapat menurunkan KBBS lebih sedikit dibandingkan penggunaan magic ring maupun sering digunakan untuk mengontrol laju aliran, kecepatan, arah, massa, bentuk, dan / atau tekanan dari aliran yang muncul. Kecepatan nozzle dari fluida meningkat sesuai energi tekanannya. Pemasangan magic ring mampu menurunkan nilai KBBS pada putaran kurang dari 9000 RPM, namun ketika putaran mencapai lebih dari 9000 RPM, kondisi standar lebih sedikit KBBS-nya dibandingkan magic ring. Begitu pula jika dibandingkan dengan penggunaan variasi nozzle, nozzle dapat menurunkan KBBS lebih sedikit dibandingkan penggunaan magic ring maupun standar. Nozzle sering digunakan untuk mengontrol laju aliran, kecepatan, arah, massa, bentuk, dan / atau tekanan dari aliran yang muncul. Kecepatan nozzle dari fluida meningkat sesuai energi magic ring mampu menurunkan nilai KBBS pada putaran kurang dari 9000 RPM, namun ketika putaran mencapai lebih dari 9000 RPM, kondisi standar lebih sedikit KBBS-nya dibanding magic ring. Begitu pula jika dibandingkan dengan penggunaan variasi nozzle, nozzle dapat menurunkan KBBS lebih sedikit dibandingkan penggunaan magic ring maupun standar. kondisi standar lebih sedikit KBBS-nya dibanding magic ring. Begitu pula jika dibandingkan dengan penggunaan variasi nozzle, nozzle dapat menurunkan KBBS lebih sedikit dibandingkan penggunaan magic ring maupun standar. kondisi standar lebih sedikit KBBS-nya dibanding magic ring. Begitu pula jika dibandingkan dengan penggunaan variasi nozzle, nozzle dapat menurunkan KBBS lebih sedikit dibandingkan penggunaan magic ring maupun RosyidinYafid EfendiAmir AmirKendaraan merupakan alat transportasi untuk menempuh jarak yang jauh menjadi lebih singkat demi memenuhi kebutuhan mobilisasi manusia. Maka diperluan kendaraan yang nyaman, aman untuk dikendarai di segala medan, baik jalan menanjak, lurus maupun menurun, disamping itu engine/mesin harus hemat bahan bakar, ekonomis, mudah perawatan dan bandel. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedan performa torsi dan daya engine/mesin mobil buatan astra daihatsu 1500cc jenis Toyota avanza G, toyota avanza veloz, daihatsu terios dan toyota rush dengan variasi bahan bakar bensin jenis X, jenis Y dan jenis Z dengan ron 92. Manfaat penelitian untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa bahan bakar bensin oktan 92 bukan hanya dari produk pertamina Indonesia, tapi ada Shell dari Belanda dan Petronas dari Malaysia dan aman digunakan sesuai dengan spesifikasi kendaraan yang dianjurkan, dengan beberapa varian tersebut /masyarakat dapat menentukan bahan bakar yang terbaik untuk untuk kendaraannya. Pengujian bahan bakar bensin ron 92 menggunakan mobil toyota avanza veloz ahun 2015-Sekarang dengan variasi rpm 3000, 4500, dan 6000, luaran yang ditargetkan adalah tentunya penelitian ini bisa masuk kedalam jurnal nasional dan bisa dipresentasikan dalam seminar nasional adapun TKT yang di usulkan adalah mampu melakukan pendataan alat yang kompetitif, bisa mendapatkan referensi yang valid dan tentunya nantinya penelitian ini bisa bermanfaat bagi RosyidinVehicle / car is a means of transport for long distances become shorter in order to meet the needs / human activity / community. It needs a comfortable vehicle to drive in all fields, good road uphill, straight or decreases, engine / machine more durable, fuel-efficient and economical. Research purposes to know the difference, 1500cc engine fuel efficiency, with gasoline type A, type B and type C by ron / octane 92. The benefits of such research, to inform the public that gasoline gasoline fuel is not only from Indonesian pertamina products, but no Dutch Shell and Petronas of Malaysia, so costomer / community can determine the best fuel for their vehicles. Results of testing performed by the fuel tank using a test drive a Toyota Avanza Veloz Year 2015-Present, on the freeway and by using 3000 rpm, because at that rpm in ECO mode / economica, using a GTS Global Test Stream. Results of testing the fuel A gain mileage of km in contrast to B and C, 1 liter can travel a distance of km by ron / octane at Avanza 1500cc, efficiency, gasoline, octane Hadi Al-RasyidKhoirul AnamTowijaya TowijayaGasoline engine is one type of internal combustion engine that is widely used as a source of power for vehicles. Gasoline engines produce power from the combustion of fuel in the cylinders. In line with the development of science and technology, there are many improvements and developments of components to add power and torque. The purpose of this study was to determine the effect of modified exhaust cylinder block on power and torque on a 2 stroke Yamaha f1zr motorcycle with a modified exhaust hole height of 26 mm and a standard exhaust hole of 34 mm with a dynotest test to determine power and torque from 2500 RPM to RPM. 8000. The test results show that the maximum power at the modified exhaust hole is HP at 7750 RPM while the standard exhaust port gets a maximum power of HP at 7750 RPM. For the modified exhaust hole maximum torque is Nm at 7750 RPM rotation while the standard exhaust hole obtains a maximum torque of Nm at 7750 RPM Power, torque, exhaust holeAngga Andi PradanaLuthfi HakimAtika Isnaining DyahPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modifikasi bore up dan porting pada motor honda GL 125 terhadap kompresi mesin. Penelitian ini meggunakan metode eksperimental dengan modifikasi bore up yaitu mengganti piston standar berukuran 63,5 mm dengan piston modifikasi yang lebih besar berukuran 64,5 mm. Hasil penelitian adalah 1 piston standar mampu menghasilkan kompresi sebesar 7,4 ????/????2, sedangkan piston modifikasi menghasilkan kompresi sebesar 8,1 ????/????2, 2 daya yang dihasilkan dari piston standar sebesar 178,5 hp, sedangkan daya dari piston modifikasi sebesar 198,5 hp, dan 3 torsi yang dihasilkan piston standar sebesar 110,2 ????/????2, sedangkan torsi dari piston modifikasi sebesar 112,6 ????/????2. Piston yang lebih besar menghasilkan kompresi, daya dan torsi yang lebih Oky Tri KurniawanAchmad Rijanto Luthfi HakimTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan performa pada mesin pada daya motor dan torsi. Metode yang kami gunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dan pada metode penelitian ini dilakukan dengan metode alat dynotest dan perhitungan menggunakan rumus dengan dua kondisi mesin motor yaitu kondisi mesin motor c70 standart dan mesin motor yang sudah dimodifikasi. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa daya dan torsi pada motor yang dimodifikasi lebih besar dari pada daya, torsi mesin motor standart. Daya rata-rata motor modifikasi naik menjadi 11,07 sedangkan daya pada motor mesin standart adalah 10,96 , dan untuk torsi motor standart 8,78 sedangkan hasil torsi motor yang sudah dimodifikasi adalah 9,99 AmirMuhammad NofriansyahMesin mobil maupun motor memerlukan jenis bensin yang sesui dengan desain mesin itu sendiri agar dapat bekrja dengan baik dan menghasilkan kinerja yang optimal. Perlu diketahui bahwa setiap jenis mobil ataupun sepeda motor memiliki spesifikasi mesin yang berbeda-beda. Pada brosur yang baik akan menampilkan informasi rasio kompresi. Sepeda motor merupakan pengembangan dari sepeda komvensional yang lebih dahulu ditemukan. Pada tahun 1868 oleh michaux ex cie. Suatu perusahaan yang memproduksi sepeda pada jaman sekarng, mulai mengembangkan teknologi fuel injection sebagai sistem bahan bakar sepeda hasil pengujian motor dengan bahan bakar pertamax menunjukan konsumsi bahan bakar paling irit. Hasil pengukuran tingkat konsumsi bahan bakar pada shell super. Dan berdasarkan kecepatan putaran mesin 2500 rpm menunjukan hasil yang lebih irit konsumsi bahan bakarnyaPengaruh Modifikasi Lubang Inlet Outlet Dan Silinder head Terhadap Kenaikan Putaran Dan Daya Pada Mesin Bensin Dua Lubang Satu Silinder Untuk Sepeda MotorWardoyoWardoyo, "Pengaruh Modifikasi Lubang Inlet Outlet Dan Silinder head Terhadap Kenaikan Putaran Dan Daya Pada Mesin Bensin Dua Lubang Satu Silinder Untuk Sepeda Motor," Jurnal Angkasa nomer 1, hal. 75-82, 2013Porting Saluran Masuk Bahan Bakar Megapro 160 CcArif RohmanRohman, Arif, "Porting Saluran Masuk Bahan Bakar Megapro 160 Cc." Yogyakarta Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, 2015Pengaruh Stroke Up Terhadap Performa Mesin Pada Sepeda Motor 4 Langkah Yang Menggunakan Bahan Bakar Pertamax, Pertamax Plus Dan BensolH N KhoirulMuhammadKhoirul "Muhammad. Pengaruh Stroke Up Terhadap Performa Mesin Pada Sepeda Motor 4 Langkah Yang Menggunakan Bahan Bakar Pertamax, Pertamax Plus Dan Bensol," Semarang Universitas negeri Semarang, 2016Analisis Pengaruh Bentuk Permukaan Piston Terhadap Kinerja Motor BensinFitri WijayantiDadan IrwanWijayanti, Fitri.; Irwan, Dadan., "Analisis Pengaruh Bentuk Permukaan Piston Terhadap Kinerja Motor Bensin, " Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Vol 2 No. 1, hal. 35-42, 2014Modifikasi Volume Silinder Motor Tossa 100cc Menjadi 110cc Untuk Meningkatkan Performa MesinGatot B PrasetiyoPrasetiyo, Gatot B., "Modifikasi Volume Silinder Motor Tossa 100cc Menjadi 110cc Untuk Meningkatkan Performa Mesin," Malang Jurnal Sistem, Vol. 10, No. 3, hal. 51-62, 2014Untuk Meningkatkan Performa MesinUntuk Meningkatkan Performa Mesin," Malang Jurnal Sistem, Vol. 10, No. 3, hal. 51-62, 2014Pengaruh Variasi Durasi Camshaft Terhadap Unjuk Kerja Motor Bakar 4 LangkahStya PutraFeriAndi SanataAris Zainul MuttaqinStya Putra, Feri, Sanata, Andi., Zainul Muttaqin, Aris., "Pengaruh Variasi Durasi Camshaft Terhadap Unjuk Kerja Motor Bakar 4 Langkah," Jurnal Rotor, Volume 6 Nomor 2, hal. 27-30, 2013

bentuk porting motor 4 tak